Jumat, 01 Januari 2010

MUNAJAT DALAM KEGELAPAN

Ketika sanubariku keruh dan terbenam dalam gelapnya kesulitan dan kesempitan, sanubariku meraung menahan sakitnya benturan benturan permasalahan yang bagaikan hujan lebat terus mendera tubuhku, aku berusaha menghindar dan menyelamatkan diri, namun hantaman hantaman kesulitan tindih menindih membuatku roboh tak berdaya, panca inderaku gelap tak memiliki rasa, mataku terbuka dan seluruh pemandangan berubah menjadi selubung pekat yang mengerikan, telingaku mendengar suara suara namun mendadak bagaikan dihambat dengan ketulian yang kelam, alam pemikiranku lumpuh, kedua telapak tangan dan jari jariku bergetar, hatiku bagai hangus terbakar oleh gemuruh lahar kerisauan..

Apa yang bisa kuperbuat.., aku tidak tahu, semua jalan keluar yang kutempuh tertutup rapat.., semua orang masa bodoh atas kesulitan dan raunganku, seakan aku hidup sendiri di alam ini..
Aku rebah terhenyak, tiba tiba terdengarlah suara lirih dari Firman Tuhanku.. "WA NAADAA FIDHULUMAAT.. AN LAA ILAAHA ILLA ANTA.., SUBHANAKA INNIY KUNTU MINADDHAALIMIIN.., FASTAJABNAA LAHU WANAJJAYNAAHU MINAL GHAMMI WAKADZAALIKA NUNJIYYIL MUMININ.." Aku tersentak kaget.. ah.. Kisah Yunus as.., ketika Allah swt menceritakannya dengan jelas, "DAN DIA (Yunus) MEMANGGIL (KU) DALAM KEGELAPAN.. BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ENGKAU, MAHA SUCI ENGKAU.. SUNGGUH AKU TERMASUK ORANG YG DHALIM.., MAKA KAMI MENJAWAB DOANYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI KEGUNDAHAN DAN PERMASALAHAN DAN DEMIKIAN PULA KAMI MENYELAMATKAN ORANG ORANG MUKMIN" (Al Anbiya 87)

Betapa sempit dan adakah lagi kesempitan dan kebingungan lebih dari yang menimpa Nabiyallah Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan raksasa dan hidup merangkak didalam perut hewan itu.. betapa busuknya.. betapa gelapnya.. betapa sempit dan kalutnya Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan besar dan dibawa kepada kedalaman Samudera raya..
Ia tak mungkin memanggil siapapun, tak pula bisa berbuat apapun.. namun cerita ini dikisahkan kembali oleh Nya seakan Dia berseru : Akulah Raja Tunggal Maha Penguasa Kegelapan Samudera, Akulah yang Maha Menemaninya saat ia dalam kesendirian, Aku Maha Tunggal Mendengar tangisannya yang terbenamkan dalam pekatnya Samudera, Masihkah ada selainku yang mendengar panggilannya Saat itu memang sudah tak ada lagi yang bisa diharapkan selain Nya, maka Dia menceritakannya dengan indah : "Maka ia Memangil manggil Ku dalam kegelapan..", kegelapan perut ikan, kegelapan perasaan, kegelapan masalah yang terpekat.. "ia memangil manggil Ku dalam kegelapan.. Tiada Tuhan Selain Mu, Maha Suci Engkau, sungguh aku dari kelompok hamba yang dhalim..",

Tak ada keselamatan dari Siksa Nya selain dengan Kalimat Tauhid, sebagaimana Hadits Qudsiy yang berbunyi : "Laa ilaaha illallah adalah Benteng Ku, barangsiapa yang mengucapkannya maka ia masuk dalam benteng Ku, barangsiapa masuk dalam benteng Ku maka ia aman dari siksa Ku".
Maka Yunus as memulai doanya, memanggil mangil Maha Raja Penguasa Samudera Kegelapan dan Maha Menemani setiap kesendirian, Maha Raja Yang Menciptakan Terang Benderang dan Kegelapan di Kerajaan Alam Semesta, ia memulai doanya dengan "Laa ilaaha illan anta" Tiada Tuhan selain Engkau.. Lalu Yunus meneruskan doanya dengan mensucikan Allah..bertasbih kepada Allah.. Dia Yang Tak satupun menghalangi Pandangan Nya, Maha Suci Raja Yang selalu disucikan selamanya oleh sekalian Alam.., dan Dia pula telah berfirman : "KALAU BUKAN KARENA IA (Yunus) ORANG YG SUKA BERTASBIH MENSUCIKAN ALLAH, NISCAYA IA AKAN TETAP DIDALAM PERUT IKAN ITU HINGGA HARI KEBANGKITAN".

Maka Yunus meneruskan doanya dengan kalimat SUBHANAKA maha suci Engkau.. Inniy kuntu minaddhaalimiin.. sungguh aku termasuk golongan orang yang dhalim.. (Yunus as marah dan meninggalkan ummatnya sebelum diizinkan Allah), Ia mengadu, mengaku, dan berharap cemas semoga Maha Pemelihara Tunggal ini masih memaafkannya, maka Dia Allah meneruskan firman Nya, MAKA KAMI TERIMA SERUANNYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI KESULITAN.. Ah.. betapa tak berartinya seluruh musibahku ini dibanding orang yang ditelan hewan raksasa lalu dibawa tenggelam ke Dasar Samudera.. muncul harapan dihatiku.. berarti aku harus banyak mengucapkan kalimat Tauhid, Tasbih dan mengakui kesalahanku pada Nya, Niscaya Dia akan menolongku dari kesulitan ini.. Tiba tiba batinku merintih lagi.. ah.. tak mungkin.. itukan untuk Nabi Yunus.., siapakah aku hingga akan pula akan ditolong Allah, ini hanyalah kekhususan Yunus as, Nabi Allah, tiba tiba aku teringat akhir ayat itu.. WA KADZALIKA NUNJIYYIL MU MINIIIN, dan begitupula kami menyelamatkan orang orang yang mukmin.

Maha Suci Engkau Wahai Menyingkap kegelapan malam dan membuatnya terang benderang, beribu hati gelap dan pekat telah pula kau singkapkan kesedihan mereka dengan pengabulan doa hingga hati gelap dan kelam itu berubah menjadi terang benderang dengan kegembiraan oleh Matahari Keluhuran Mu.. Kau simpan rahasia kelembutan Mu dalam ayat pendek ini.., bahwa Kau Maha Siap mengulurkan jari jari takdir kelembutan yang memutus rantai rantai takdir Mu yang mencekik dan menghanguskan sanubari ini dengan Munajat dan Doa kami, sebagaimana Hadits Nabi Mu saw, "Tiadalah Yang Mampu menolak ketentuan Nya, selain Doa". Hanya doa dan rintihan di Pintu Kemegahan Mu yang akan menyingkirkan segala kesulitan ini..

Maka aku bermunajat Sebagaimana Munajat Nabiku Muhammad saw : Wahai Allah, Demi orang orang yang bermunajat meminta kepada Mu, Demi orang orang yang bersemangat menuju keridhoan Mu, dan juga demi doa Yunus as dan seluruh pemiliki sanubari luhur yang menginjak Bumi Mu dari zaman ke zaman, Demi berjuta telapak tangan yang telah terangkat bermunajat pada Mu, Demi Doa Yunus ketika didalam perut hewan raksasa di dasar Samudera.. Yang sebab doanya lah kau bukakan Rahasia pertolongan Mu, dan demi Keteguhan Ibrahim as yang membuat api Namrud menjadi tunduk dan dingin.. dan Demi Munajat Nabi Muhammad saw, yang merupakan Munajat Terluhur dari seluruh Munajat Hamba Mu di Kerajaan Alam Semesta, bebaskan Aku dari segala kesempitan.., bebaskan aku dari dasar samudera kesulitan yang membuatku tenggelam dan Buta dari kegembiraan, yang membuatku ditelan oleh dosa dan merangkak diperut dosa yang penuh dengan busuknya bangkai kehinaan dalam keadaan Lumpuh dari harapan, akulah hamba yang merangkak diperut dosa.. ditenggelamkan ke dasar Samudera kesulitan.. memanggil manggil Nama Agung Mu.. memanggil manggil satu satunya gerbang harapan bagi para pendosa.. selamatkan aku dari segala kesulitan..

Tiada Tuhan Selain Engkau.. aku tak akan menyembah selain Mu.. tak pula akan sujud pada selain Mu.. penghambaanku hanya untuk Mu.. tak pula akan memilih Tuhan Lain selain Mu.. bila muncul dihadapanku Tuhan lain dengan menyiapkan seluruh kenikmatan dan kemewahan abadi diahadapanku.. niscaya kuhempaskan dan kutolak seluruh anugerahnya, aku akan berpaling dan berlari kepada Mu.. Menuju Tuhanku Yang Maha Tunggal.. Tetap Engkau Maha Tunggal Tuhanku.. hanya Engkau Rabbiy.. hanya Engkau Pilihanku.. hanya Engkau..

Maha Suci Engkau dengan segala kesucian.. maka singkirkanlah segala kesulitan ini sebagaimana Ibu yang menepiskan bekas noda dari wajah bayinya.. Rabbiy.. Rabbiy.. Sungguh aku telah berbuat kedhaliman.. sungguh aku telah mengingkari perintah Mu.. namun kemana aku akan pergi menyelamatkan diri kalau bukan kepada Mu Demi Keluhuran Muhammad saw.. Demi Munajat Muhammad saw.. Demi Keindahan Muhammad saw.. Demi Kewibawaan Muhammad saw.. Demi Mukjizat Muhammad saw.. Demi Syafaat Muhammad saw.. Yang kesemua itu mencerminkan Keindahan Mu dan Kesempurnaan Mu Rabbiy, Maka Maha Suci Engkau dan segala Puji atas Mu Tuhan sekalian Alam..



courtessy : www.mubas.wen.ru

WAJIBKAH KITA BERMADZHAB???

WAJIBKAH BERMADZHAB???

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Limpahan kebahagiaan dan rahmat Nya swt semoga selalu tercurah pada hari hari anda, saudaraku yang kumuliakan, mengenai keberadaan negara kita di indonesia ini adalah bermadzhabkan syafii, demikian guru guru kita dan guru guru mereka, sanad guru mereka jelas hingga Imam syafii, dan sanad mereka muttashil hingga Imam Bukhari, bahkan hingga rasul saw, bukan sebagaimana orang orang masa kini yang mengambil ilmu dari buku terjemahan lalu berfatwa untuk memilih madzhab semaunya,

Anda benar, bahwa kita mesti menyesuaikan dengan keadaan, bila kita di makkah misalnya, maka madzhab disana kebanyakan hanafi, dan di Madinah madzhab kebanyakannya adalah Maliki, selayaknya kita mengikuti madzhab setempat, agar tak menjadi fitnah dan dianggap lain sendiri, beda dengan sebagian muslimin masa kini yang gemar mencari yang aneh dan beda, tak mau ikut jamaah dan cenderung memisahkan diri agar dianggap lebih alim dari yang lain, hal ini adalah dari ketidak fahaman melihat situasi suatu tempat dan kondisi masyarakat.

Memang tak ada perintah wajib bermadzhab secara shariih, namun bermadzhab wajib hukumnya, karena kaidah syariah adalah Maa Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib, yaitu apa apa yang mesti ada sebagai perantara untuk mencapai hal yang wajib, menjadi wajib hukumnya.

Misalnya kita membeli air, apa hukumnya, tentunya mubah saja, namun bila kita akan shalat fardhu tapi air tidak ada, dan yang ada hanyalah air yang harus beli, dan kita punya uang, maka apa hukumnya membeli air, dari mubah berubah menjadi wajib tentunya. karena perlu untuk shalat yang wajib.

Demikian pula dalam syariah ini, tak wajib mengikuti madzhab, namun karena kita tak mengetahui samudra syariah seluruh madzhab, dan kita hidup 14 abad setelah wafatnya Rasul saw, maka kita tak mengenal hukum ibadah kecuali menelusuri fatwa yang ada di imam imam muhaddits terdahulu, maka bermadzhab menjadi wajib,

Karena kita tak bisa beribadah hal hal yang fardhu / wajib kecuali dengan mengikuti salah satu madzhab itu, maka bermadzhab menjadi wajib hukumnya.

Sebagaimana suatu contoh kejadian ketika zeyd dan amir sedang berwudhu, lalu keduanya kepasar, dan masing masing membeli sesuatu di pasar seraya keduanya menyentuh wanita, lalu keduanya akan shalat, maka zeyd berwudhu dan amir tak berwudhu, ketika zeyd bertanya pada amir, mengapa kau tak berwudhu, bukankah kau bersentuhan dengan wanita, maka amir berkata, aku bermadzhabkan maliki, maka zeyd berkata, maka wudhu mu itu tak sah dalam madzhab malik dan tak sah pula dalam madzhab syafii, karena madzhab maliki mengajarkun wudhu harus menggosok anggota wudhu, tak cukup hanya mengusap, namun kau tadi berwudhu dengan madzhab syafii dan lalu dalam masalah bersentuhan kau ingin mengambil madzhab maliki, maka bersuci mu kini tak sah secara maliki dan telah batal pula dalam madzhab syafii.
Demikian contoh kecil dari kebodohan orang yang mengatakan bermadzhab tidak wajib, lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas wudhunya, ia butuh sanad yang ia pegang bahwa ia berpegangan pada sunnah nabi saw dalam wudhunya, sanadnya berpadu pada Imam Syafii atau pada Imam Malik, atau pada lainnya, atau ia tak berpegang pada salah satunya sebagaimana contoh diatas..

Dan berpindah pindah madzhab tentunya boleh boleh saja bila sesuai situasinya, ia pindah ke wilayah malikiyyun maka tak sepantasnya ia berkeras kepala dengan madzhab syafii nya,

Demikian pula bila ia berada di indonesia, wilayah madzhab syafi iyyun, tak sepantasnya ia berkeras kepala mencari madzhab lain. demikian saudaraku yang kumuliakan.,


Wallahu a'lam


courtessy : www.mubas.wen.ru

IPNU-IPPNU Harus Teladani Kepemimpinan Gus Dur

Sabtu, 2 Januari 2010 02:36

Temanggung, NU Online
Rekan-rekanita Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) harus meneladani kepemimpinan almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Gus Dur merupakan tokoh NU yang juga menjadi guru bangsa, maka para kader IPNU-IPPNU harus meneladani beliau," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung Trie Marhaen Suhardono di Temanggung, Jateng, Jumat.

Ia mengatakan hal tersebut saat mewakili Bupati Temanggung, Hasyim Afandi membuka Kemah Bakti IPNU-IPPNU Cabang Temanggung di Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan.

Lebih lanjut Marhaen mengatakan Gus Dur merupakan tokoh agama yang tidak saja diakui di tingkat nasional tetapi juga diakui di tingkat internasional.

"Mudah-mudahan dari para kader IPNU-IPPNU Temanggung lahir tokoh yang menjadi panutan bangsa, tokoh pluralis seperti Gus Dur," katanya.

Ia mengatakan, Pemkab Temanggung berharap organisasi ini bisa dijaga dan berkembang untuk membina pelajar di luar bangku sekolah.

IPNU-IPPNU, katanya, dapat menjadi wadah pembinaan kegiatan remaja sesuai dengan tuntunan agama dan tatanan negara.

"Jangan sampai anggota IPNU-IPPNU menodai organisasi ini. Kami berharap adik-adik bisa menjaga nama baik organisasi sebagai pembina generasi muda," katanya.

Ketua Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Temanggung, Priyanto mengatakan sebagai anggota IPNU-IPPNU harus bisa mencontoh Gus Dur.

"Banyak kalangan yang mendoakan atas kepergian Gus Dur karena kepemimpinan beliau tidak hanya diakui nasional tetapi juga internasional," katanya.

Kemah bakti yang berlangsung hingga Ahad 3/1) tersebut diikuti 400 anggota dari 18 ranting IPNU-IPPNU di Temanggung. (ant/sam)


courtessy : www.nu.or.id

Gus Dur Pesan agar PBNU Dijaga Baik-Baik

Rabu, 30 Desember 2009 21:20

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi telah mendapat amanah dari Gus Dur untuk menjaga PBNU dengan baik. Pesan ini disampaikan ketika ia menjenguk Gus Dur dua minggu yang lalu saat ia menderita sakit.

"Jaga PBNU baik-baik," ujar Hasyim Muzadi saat melayat jenazah Gus Dur di RSCM Jakarta.

Dikatakannya, banyak hal yang bisa diteladani dari pribadi Gus Dur, diantaranya konsistensi dalam pemikiran. Ia merupakan tokoh berkarakter dan berani mengambil risiko atas kepemimpinannya, terlepas dari kekurangan yang dimilikinya.

"Belum ada kader sekokoh Gus Dur dari perjuangannya. Hanya karena masalah lingkungan, ini semua tidak menjadi kapasitas penuh. Karena kesehatan dan lingkungan, tapi orisinal Gus Dur luar biasa."

Gus Dur juga bukan orang yang suka mengeluh dengan persoalan yang dihadapi. Ia berani menanggung semua risiko atas tindakan yang diambilnya. (mkf)


courtessy : www.nu.or.id

Gus Dur Titipkan Pesan Terakhir Soal Fundamentalisme

Kamis, 31 Desember 2009 01:11

Jakarta, NU Online
Menjelang akhir-akhir hidupnya, kepedulian mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid semasa hidupnya terhadap persoalan toleransi dan kerukunan umat beragama, tetaplah besar sehingga menitipkan pesan pada tokoh Katolik untuk memperlakukan kaum fundamentalis secara lebih bijak.

Hal itu disampaikan Romo Benny Susetyo, di Jakarta, Rabu malam, merujuk pada pertemuan antara Ketua Dewan Kepausan untuk Dialog antar Agama Vatikan Kardinal Jean Louis Tauran dengan KH. Abdurrahman Wahid pada November 2009.

"Saat itu Gus Dur berpesan agar kaum fundamentalis jangan dijauhi tetapi harus dicintai," katanya mengutip salah satu pesan Gus Dur.


Menurut Romo Benny, Gus Dur adalah tokoh besar bagi bangsa Indonesia. Ia sangat memperhatikan isu-isu pluralisme dan mementingkan arti dari kejujuran. Selama hidupnya, Gus Dur dikenal sebagai sosok yang sangat mendedikasikan jiwa dan raganya untuk bangsa Indonesia.

"Menurut saya, hidup Gus Dur semata-mata untuk bangsa dan negara. Beliau meninggalkan kepentingan pribadinya untuk bangsa, orang yang mencintai bangsa dan menyediakan waktu untuk bangsa," kata Romo Benny yang merupakan teman dekat dari almarhum Gus Dur.

Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang hangat dan tidak pernah lepas dari guyonan-guyonan yang menyegarkan. Guyonan itulah menjadi ciri khas Gus Dur yang selalu diingat.

Lebih lanjut Romo Benny mengatakan, meski didera sakit, Gus Dur masih sempat mengucapkan Selamat Natal padanya melalui telepon pada 25 Desember 2009.

"Pada 25 Desember, beliau menghubungi saya untuk mengucapkan Selamat Natal. Saat itu Gus Dur sempat mengeluh karena sakit gigi, tapi tetap saja Gus Dur bilang masih sehat," katanya.

Dalam perbincangan tersebut, Romo Benny mengaku menerima pesan dari Gus Dur yaitu untuk menjaga Shinta Nuriyah Wahid, istri Gus Dur.

"Beliau bilang titip ibu (Shinta Nuriyah Wahid)," katanya.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid meninggal dunia pada usia 69 tahun karena sakit di RSCM Jakarta, Rabu pukul 18.40 WIB.

Abdurrahman Wahid menjabat Presiden RI keempat mulai 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Putra pertama dari enam bersaudara itu lahir di Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1940.

Ayah Gus Dur adalah seorang pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama, KH Wahid Hasyim dan Ibunya bernama Hj Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH Bisri Syamsuri.

Gus Dur menikah dengan Shinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenni), Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari. (ant/mad)



courtessy : www.nu.or.id

Gus Dur Bapak Pluralisme Internasional

Kardinal: Gus Dur Berkah bagi Umat Katolik
Kamis, 31 Desember 2009 05:22

Jakarta, NU Online
Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja SJ menilai mantan presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai berkat bagi umat Katolik.

"Bagi kami umat Katolik, pengaruhnya sangat besar, baik secara pribadi maupun umat Katolik Indonesia. Gus Dur juga menjadi perekat bagi umat lain yang berbeda. Meski dia seorang Muslim, dia mampu menjadi berkat bagi umat lainnya, baik Katolik maupun umat lainnya," katanya, Rabu (30/12/2009) malam.

Secara pribadi, Uskup mengaku merasa sedih dan kehilangan seorang tokoh yang mampu berteman baik tanpa menunjukkan perbedaan agama. "Secara pribadi dan pimpinan gereja Katolik di Jakarta, kami merasa sedih dan merasa kehilangan, juga bagi umat Katolik Indonesia," ujarnya.

Uskup menceritakan, persahabatannya dengan Gus Dur telah dimulai sebelum dia menjadi Uskup Agung Jakarta. "Saat ulang tahunnya saja, dia mengundang kami untuk memperlihatkan persaudaraan di antara sesama umat beragama," ujarnya.

Uskup mengaku kagum pada sikap Gus Dur yang konsisten dalam memperjuangkan dasar-dasar dan pengembangan perdamaian di antara umat beragama. (ant/mad

Kepergian Gus Dur Kehilangan bagi Semua

Kamis, 31 Desember 2009 07:50

Bogor, NU Online
Ulama Bogor, KH Mad Rodja Sukarta, Rabu malam, mengatakan, kepergian mantan Presiden Abdurrahman "Gus Dur" Wahid merupakan kehilangan bagi semua.

"Gus Dur merupakan Bapak Bangsa. Kepergian Gus Dur merupakan duka bagi semua," kata ulama yang juga pengasuh Pesantren Darul Muttaqien Parung, Bogor.

Menurut KH Mad Rodja, Gus Dur merupakan tokoh lintas batas. Selain sebagai panutan bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) serta umat Islam pada umumnya, Gus Dur juga meruapakan panutan bagi semua umat beragama di Tanah Air.

"Selama hidup Gus Dur mewakafkan dirinya bagi kerukunan umat beragama dengan mengajarkan toleransi serta menghilangkan diskriminasi berdasarkan agama maupun ras," kata ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bogor.

Rodja melanjutkan, apa yang telah dilakukan Gus Dur, merupakan buah kecintaannya kepada Indonesia. Karakter menempatkan kepentingan bangsa di atas segala-galanya layak dinnternalisasi oleh segenap anak bangsa.

Pengasuh Pesantren Ibnu Aqil, Ciomas, Bogor, KH Agus Salim Mawardi menambahkan, spirit perjuangan yang ditunjukkan Gus Dur, harus ditiru oleh bangsa Indonesia.

"Gus Dur tidak pernah lelah berjuang yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Keterbatasan fisik dan hambatan kesehatan, tidak pernah menjadi halangan dalam memperjuangkan cita-cita besarnya," tegas Agus Salim.

Agus Salim juga menilai Gus Dur sebagai sosok pejuang yang ikhlas dan sederhana, yang selalu berupaya melakukan perlindungan terhadap hak-hak kemanusiaan.

"Spririt, teladan dan cita-cita perjuangan Gus Dur harus kita lanjutkan demi mewujudkan kehidupan bangsa yang berkeadilan bagi semua," demikian KH Agus Salim Mawardi. (hir)


courtessy : www.nu.or.id

Wafatnya Gus Dur Diharap Jadi Momen Perekat NU

Kamis, 31 Desember 2009 08:04

Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU), KH Musthofa Agil berharap wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bisa menjadi momen rekatnya kembali berbagai elemen NU di masa mendatang.

Menurutnya, pada masa-masa berkabung seperti sekarang bisa dimanfaatkan untuk saling bersilaturahim antar tokoh dan warga NU. "Harapannya, dengan rasa ditinggalkan figur sebesar Gus Dur mampu membangun kembali kesadaran untuk bersatu," ucapnya kepada wartawan di kantor Pengurus Besar NU, Rabu (30/12) malam.

Musthofa mengenang, di hari-hari terakhirnya Gus Dur masih menyempatkan diri mampir ke tempat tersebut untuk bertemu pengurus NU yang ada di sana. Menurutnya, Gus Dur teramat peduli dengan nasib orang lain, bahkan di sela-sela sakitnya dia masih menyempatkan diri menonton berita agar mengikuti perkembangan bangsa.

"Beliau itu melindungi semuanya, tanpa pandang latar belakang. Benar-benar ingin menjadi rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam)," ujarnya.

Menurut Musthofa, di kalangan pengurus NU sempat merasakan firasat sebelum Gus Dur meninggal. Dikatakannya, lawatan Gus Dur ke Jombang terbilang aneh karena sebelumnya dia tidak pernah melakukan kunjungan ke sana.

Ditambahkannya, selain itu Gus Dur juga sempat dirawat di Surabaya sebelum dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Namanya semacam 'alamat', pertanda kelak kemungkinan Gus Dur akan dimakamkan di sana (Jawa Timur, rep)," tuturnya. (c15/mad)


courtessy : www.nu.or.id

Selasa, 13 Oktober 2009

IPNU-IPPNU ‘Bregas’ Gelar Latihan Kepemimpinan

Selasa, 29 September 2009 13:10

Brebes, NU Online
Sadar bahwasanya tiap-tiap individu adalah seorang pemimpin dan akan dipertanggungjawabkan kepemimpinannya, maka IPNU-IPPNU senantiasa menggelar pelatihan kepemimpinan. Termasuk keberhasilan dalam berorganisasi, juga bergantung pada pemimpinnya.

Untuk itu, guna menumbuhkan jiwa kepemimpinan anggota Ikatan Pelajar NU di tiga kota yang meliputi Brebes, Tegal dan Slawi (Bregas) akan digodok
melalui Latihan Kepemimpinan. Tidak tanggung-tanggung, ketiga Kepala Daerah di tiga kota tersebut pun akan membimbing langsung para peserta.

“Event ini sengaja digelar untuk anggota IPNU-IPPNU tiga daerah, agar ada semangat kerja sama dan saling kenal mengenal,” ujar Ketua Panitia
Penyelenggara kegiatan Isa Ansori yang didampingi Ketua IPNU Kab. Brebes Ahmad Munsip dan Ketua IPNU Kota Tegal Andi Suprapto kepada NU Online di
Sekretariat IPNU-IPPNU Brebes, Jalan Kembang Baru Brebes Senin (28/9).

Menurut Isa, Ketiga Kepala Daerah tersebut yakni Bupati Tegal H. Agus Riyanto MM akan menyampaikan Materi tentang Budaya Kebangsaan dan Wali Kota
Tegal H. Ikmal Jaya SE Ak akan menyuguhkan materi Perekonomian Rakyat. Sedangkan Wakil Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH MSi akan mengupas
tentang Hukum.

Isa Ansori menjelaskan, Latihan Kepemimpinan bakal digelar tanggal 9 sampai 11 Oktober di Gedung Pertemuan Al Kharomain Jalan Werkudoro Kota Tegal.
Selain ketiga Kepala Daerah tersebut pemateri juga akan didatangkan dari PP IPNU IPPNU dan PW IPNU-IPPNU. “Insya Allah Rekan Ahmad Syauqi dan Margareth dari PP dan Moh. Talkis dan Ummi Nuamah dari PW akan hadir mengisi materi,” ujarnya.

Pelatihan yang mengambil tema membangun kultur kepemimpinan yang berkepribadian itu akan diikuti lebih kurang 100 peserta dari Kab. Brebes,
Kab. Tegal dan Kota Tegal. “Mereka akan menginap ditempat kegiatan dengan berbagai aktivitas ala santri,” tandasnya. (was)


courtessy : www.nu.or,id

Minggu, 13 September 2009

« Nuzulul Quran














Misteri Lailatul Qodar Dari Sisi Ilmiah

Manfaatkan malam Ramadhan untuk memperluas ilmu dan membangun keyakinan

Mengapa Ramadhan?

Dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulka’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Mengapa Ramadhan dipilih untuk puasa sebulan penuh?

Dalam ilmu astronomi, Radiasi Matahari memiliki siklus 11 tahunan.



Tahun 2007 sendiri merupakan akhir dari siklus ke 23 sejak pengamatan pertama pada abad 18.




Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari).



Saat badai radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari).



Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak.



Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak.

Umat muslim dianjurkan puasa sunnah 3 hari “shaumul biidh” pada saat terang bulansetiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Hijriyah dan menghidupkan malam-malamnya.

Tingkat radiasi bervariasi 0-100,000 dan di skala S1-S5 oleh NOAA.



Berdasarkan pengamatan, radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 terjadi 10 kali dalam satu siklus 11 tahunan, atau terjadi setiap 13 bulan sekali. Radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 ini digolongkan dalam skala S3, dan mulai berbahaya bagi manusia sebesar 1 chest x-ray.

Radiasi dengan siklus 11,7 bulan (1 tahun hijriyah) adalah sebesar 800 MeV particles s-1 ster-1 cm-2



Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar

Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan
(QS Al Qadr 97:3)



Building Block …

* Siklus satu tahunan (hijriyah) bernilai 1000 x bulan purnama
* Malam yang nilainya 1000 bulan purnama adalah Lailatul Qadr
* Lailatul Qadr terjadi di bulan Ramadhan
* Jadi siklus badai matahari yang berulang setiap satu tahunan (hijriyah) terjadi setiap bulan Ramadhan

Itulah sebabnya…

* Sejarah para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan.
* Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan.
* Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan.
* Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan
* Lebih utama adalah i’tiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr

“Three in One” di bulan Ramadhan

* Untuk bisa mengaji malam Ramadhan dibutuhkan energi ekstra
* Kenyataannya puasa siang hari bukanlah menyebabkan tubuh kekurangan / kehabisan energi
* Justru puasa menghemat energi tubuh 10% karena tidak digunakan untuk mencerna makanan
* Energi yang dihemat ini sangat membantu pemahaman pelajaran di malam hari
* Three in One di bulan Ramadhan
1. Efektif memahami Al Quran di malam hari
2. Detoksifikasi dan Manajemen Energi di siang hari
3. Kembali fitrah setelah berpuasa 28 hari berturut-turut

Manfaatkan malam-malam Ramadhan

* Untuk dapat dengan mudah memahami makna kehidupan secara komprehensif dan benar, manfaatkan keenceran otak di kesunyian malam Lailatul Qadr
* Untuk mendapat pemahaman lebih luas, malam-malam di sekitar Lailatul Qadr juga oke (10 malam terakhir Ramadhan)
* Lebih oke lagi kalau dimulai malam pertama Ramadhan, mumpung siangnya berpuasa
* Hasil renungan malam ini harus dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari
* Nikmat hidup akan diperoleh jika kita berkontribusi positif kepada kehidupan dunia dengan berserah diri kepadaNya
* Nikmat kehidupan akhirat akan diperoleh bila kita mampu selalu menikmati dan mensyukuri kehidupan dunia

Andai ada kekurangan,
semata karena kedangkalan ilmu.
Andai ada yang kurang berkenan,
semata karena awam berkomunikasi.
Mohon maaf atas segala kelemahan.
Semoga bermanfaat
source : auliamuttaqin.wordpress

Kamis, 10 September 2009

Para Ulama Keluhkan Liberalisme di Kalangan Anak Muda NU

MUNAS DAN KONBES NU
Para Ulama Keluhkan Liberalisme di Kalangan Anak Muda NU
Kamis, 27 Juli 2006 23:40

Surabaya, NU Online
Faham liberalisme yang belakangan ini menghinggapi fikiran anak muda NU dikeluhkan oleh para ulama dalam silaturrahmi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Ajaran baru tersebut dinilai sudah melenceng dari ajaran ahlusunnah wal jamaah yang menjadi dasar dari ajaran NU.

Masalah kaderisasi yang buruk diduga sebagai salah satu penyebab para anak muda NU tersebut menyerap pemikiran-pemikiran luar tersebut. “Banyak anak muda NU yang sudah terlepas dari kebodohan tapi belum pinter beneran,” tandas KH Hasyim Muzadi.

Sebelumnya dalam rapat pleno PBNU Kamis Sore, Hasyim mengingatkan agar seluruh jajaran PBNU berhati-hati dalam menjalin kerjasama dengan funding dari luar negeri.Kalau dalam kaitan dengan penanggulangan bencana atau pengembangan pendidikan, bias diterima, tapi kalau pengembangan wacana tertentu, lebih baik ditolak saja,” tandasnya.

Banyaknya anak muda NU yang mengusung ide-ide liberalisme dengan icon Jaringan Islam Liberal (JIL) tersebut menyebabkan citra NU dimasyarakat menjadi kurang baik. NU dianggap tidak mampu melakukan upaya untuk membendung arus liberalisme tersebut.

Disisi lain, akibat dari pengaruh globalisasi, terdapat juga beberapa golongan dalam tubuh Nahdlatul Ulama yang cenderung menjadi konservatif. Beberapa lulusan pesantren banyak yang menjadi kader LDII atau Ahmadiyah.

Pulangkan Mahasiswa dari Iran

PBNU saat ini tengah berupaya memulangkan 4 orang mahasiswa pasca sarjana yang dikirimkan ke Iran tahun lalu untuk belajar di Qum University. Satu orang sebelumnya telah pulang karena tidak kerasan dengan situasi kehidupan keagamaan yang ada di negeri tersebut. Saat ini keempat mahasiswa yang tersebut sedang mengkonsentrasikan diri belajar bahasa Persia.

“Dengan belajar bahasa Persia, kan ada yang didapat dari sana. Selanjutnya mereka akan dikirimkan untuk belajar di negera lain,” tandas Hasyim. (mkf)


courtessy : www.nu.or.id

Kamis, 27 Agustus 2009

NU Tak Pernah Tertarik Gagasan Khilafah Islamiyah

DIALOG PESANTREN
NU Tak Pernah Tertarik Gagasan Khilafah Islamiyah
Senin, 13 Juli 2009 08:04
Jombang, NU Online
NU tidak pernah tertarik dengan gagasan kekhalifahan Islam atau khilafah Islamiyah. NU justru menegaskan negara nasional, dengan Pancasila dan NKRI sebagai bentuk final yang sah dan mengikat seluruh warga negara, termasuk umat Islam.

Demikian dikatakan peneliti gerakan Islam radikal M Kholid Syeirazi dalam Dialog Pondok Pesantren se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, Sabtu (11/9) kemarin.

Dikatakannya, NU tidak terobsesi dengan Arabisasi dan internasionalisasi Islam. NU mewarisi gerakan dakwah Walisongo yang sejak awal adaptif terhadap budaya lokal. Gerakan NU menjalankan substansialisasi Islam, tidak memerangi bentuk tetapi menyusupkan isi.

“Sintesis kreatif ini secara baik ditunjukkan oleh model dakwah Sunan Kalijaga, yang menjelma dalam istilah-istilah kejawen tetapi sebenarnya berisi Islam, seperti Sekaten, Dalang, jimat Kalimosodo,” katanya seperti dilaporkan kontributor NU Online Wahib Putra Pamungkas.

Islam ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) ala NU, kata Kholid, merupakan harapan kebangkitan Islam dunia. Dalam hal ini, pesantren sebagai pusat pengajaran Islam Aswaja ala NU harus dapat menopang basis material dan intelektual Aswaja sebagai paham dan gerakan.

Pembicara lainnya dalam sesi dialog bertajuk Peran Strategis Pesantren Dalam Menghadapi Penetrasi Aliran dari Luar Aswaja, Idrus Ramli, mengungkapkan adanya perebutan makna Aswaja. Penulis buku Madzhab Asy’ari Benarkah Aswaja, Jawaban Terhadap Aliran Salafi ini menyatakan, konsep Aswaja saat ini juga diklaim oleh kelompok Salafi Wahabi.

“Kalau kita coba pergi ke toko-toko buku kebanyakan buku mengenai Ahulussunnah yang kita temukan adalah yang tulisan Wahabi,” katanya.

Ditambahkan masifnya serbuan gerakan Wahabisasi secara internasional tidak terlepas dari besarnya dukungan finansial yang menurut informasi mencapai tujuh ratus trilyun rupiah.

Di bagian akhir, KH Aziz Masyhuri dalam kesempatan itu mengingatkan pentingnya pendidikan Aswaja sejak dini. Pendidikan merupakan salah satu strategi bagi pesantren untuk membekali para santri sekaligus menjawab tantangan dari luar yang semakin ketat.

Kiai Aziz menyatakan, pesantren dan NU tidak cukup hanya mengkritik keberadaan faham di luar Aswaja, namun juga harus melakukan introspeksi terkait pengajaran Aswaja di lingkungan pesantren dan madrasah. "Kita tidak cukup mengkritik saja, tapi juga harus melakukan introspeksi diri,” katanya. (yus/nam)

courtessy : www.nu.or.id

KH Nuril Huda: NU Tak Gentar Hadapi Wahabi

KH Nuril Huda: NU Tak Gentar Hadapi Wahabi
Senin, 10 Agustus 2009 14:01
Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), KH A. Nuril Huda, saat memberikan taushiyah dalam acara silaturrahim alumni dan haul masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo di Jakarta mengungkapkan rasa kesalnya terhadap kelompok Islam yang gemar menganggap sesat berbagai tradisi keislaman yang dijalankan oleh masyarakat NU.

Menurutnya, kelompok Islam yang identik dengan aliran Wahabi ini gemar melakukan propaganda di basis-basis warga NU. Mereka mengatakan bahwa tradisi tahlil, haul, ziarah kubur dan berbagai tradisi keislaman Nusantara lainnya tidak ada tuntunannya dalam Islam. Propaganda ini dinilai sangat mengganggu.

“Saya pernah mengatakan, mestinya mereka menyampaikan hal itu (baca: propaganda) di hadapan menteri agama, kita kan punya pemimpin, jangan ngomong di kampung-kampung karena ini meresahkan masyarakat,” katanya dalam acara alumni Pesantren Lirboyo di Gedung Serbaguna Kelurahan Pejagalan, Penjaringan. Jakarta Utara, Ahad (9/8).

Menurutnya, propaganda ini tidak pantas dan hanya kan mencerai-beraikan umat Islam di Indonesia. ”Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setan tak akan berputus asa menceraiberaikan uamt Islam. Lagi pula menjelekkan sesama muslim itu fasik,” katanya.

Menurut Kiai Nuril, kelompok yang tidak senang dengan tradisi keislaman warga NU lebih baik melakukan klarifikasi dan dialog dengan para kiai dan pengurus NU. Cara ini dinilai lebih elegan dan lebih bijaksana.

“Kalau mereka merasa benar sendiri silakan datang ke PBNU. Mari kita berdialog. NU tak gentar menghadapi Wahabi. Akan kita jelaskan dalil-dalil rinci dari setiap ibadah yang kita lakukan. Kita ini bukan orang bodoh. Kalau soal kitab kuning mungkin kita lebih lebih banyak dari mereka yang rata-rata hanya membaca buku terjemahan,” kata kiai Nuril yang juga alumni Pesantren Langitan, Tuban.

Sementara itu, silaturrahim alumni Pesantren Lirboyo itu sendiri bertema ”Berjuang Membangun Ukhuwah ala Ahlissunnah wal Jam’ah.” Acara silaturrahim ini didahului dengan istighotsah dan wiridan khas Pondok Pesantren Lirboyo, serta pembacaan hizib nashor yang dipimpin oleh Gus An’im Lirboyo. (nam)

courtessy : www.nu.or.id

Wahabi, Hanya bisa Hidup di Negara Demokrasi tapi Tolak Demokrasi

PENDIDIKAN KADER DAKWAH LDNU
Wahabi, Hanya bisa Hidup di Negara Demokrasi tapi Tolak Demokrasi
Kamis, 27 Agustus 2009 13:52

Jakarta, NU Online
Ada sikap tidak konsisten yang ditunjukkan oleh kelompok Islam garis keras atau golongan wahabi dalam mensikapi bentuk pemerintahan. Dimana-mana, mereka selalu mendengungkan penolakan terhadap demokrasi, padahal keberadaan mereka hanya diakui di negara-negara yang menganut demokrasi.

“Di Timur Tengah, mereka dikejar-kejar, akhirnya mereka lari ke Barat yang menggunakan sistem demokrasi. Mereka bisa hidup di Indonesia karena disini berasaskan Pancasila dan demokrasi. Apa yang menghidupi mereka, dikutuk sendiri,” kata Ketua PBNU Masdar F Mas’udi dalam acara pendidikan kader dakwah LDNU di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (27/8).

Di negara yang secara tegas menggunakan sistem Islam, kelompok-kelompok ini berusaha ditekan. Tak usah jauh-jauh, di Malaysia, kelompok Wahabi menghadapi tantangan berat. “Di Malaysia, kelompok Wahabi ditangkap,” tandasnya.

Kini, disaat ramai diperbincangkan tentang pengawasan kegiatan dakwah oleh kepolisian, kelompok yang biasanya tak pernah menyuarakan tentang kebebasan berpendapat ini berteriak bahwa hal ini melanggar kebebasan beragama karena merasa kepentingannya terancam. Sikap seperti ini menurutnya menunjukkan sebuah kemunafikan.

Setuju Pemantauan

Masdar juga menyatakan setuju dengan adanya pemantauan terhadap kegiatan dakwah karena kalau materinya terkait dengan permusuhan, hal ini tidak ada kaitannya dengan agama.

“Jangan mengatasnamakan agama dengan menggunakan Qur’an dan Hadist, lalu semuanya menjadi halal,” jelasnya.

Dijelaskannya, sebagian masjid di daerah perkotaan, kini khutbahnya juga disampaikan dengan ajakan untuk melakukan agitasi dan memprovokasi orang lain sehingga seolah-olah setelah selesai jum’atan, jamaah diminta untuk membenci fihak lain.

Dakwah menurutnya harus mendorong terjadinya kebaikan dan disampaikan dengan cara yang baik-baik.

Upaya pengawasan menurutnya merupakan usaha untuk menangkal sejak dini potensi terjadinya upaya menyebar kebencian kepada fihak lain. Organisasi Islam moderat seperti NU tak perlu khawatir dengan hal ini karena tak akan mengganggu keberadaan dakwah yang dijalankannya. (mkf)

courtessy : www.nu.or.id

Rabu, 26 Agustus 2009

PENDIDIKAN KADER DAKWAH LDNU : Banyak Kelompok Ahlusunnah Menghancurkan Ahlussunnah

PENDIDIKAN KADER DAKWAH LDNU
Banyak Kelompok Ahlusunnah Menghancurkan Ahlussunnah
Rabu, 26 Agustus 2009 14:09

Jakarta, NU Online
Banyak kelompok mengaku sebagai Ahlussunnah, namun mereka justru menghancurkan Ahlussunnah itu sendiri. Mereka mengaku sebagai Ahlussunnah, namun selalu membid'ahkan amalan-amalan yang biasa dilakukan oleh orang-orang Ahlussunnah wal Jamaah.

Kondisi ini adalah salah satu alasan yang membuat Pengurus Pusat lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) menyelenggarakan Pendidikan Kader Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah. Demikian dinyatakan Sekretaris Jenderal PP LDNU KH Khoirul Huda Basyir kepada NU Online, Rabu (26/8).

"Sudah seharusnya, peningkatan kualitas para dai dan daiyah kualitas para dai turut dipikirkan oleh ormas-ormas yang menaungi para dai dan daiyah tersebut. Agar para kader dakwah lebih mumpuni dan memiliki kemampuan survive di lapangan," tutur Khoirul Huda.

Menurut Khoirul Huda, Pendidkan kader dakwah tentu sangat bermanfaat bagi para dai dan daiyah, terutama untuk meningkatkan jalinan kerjasama di antara pada dai dalam membendung arus fundamentalisme yang terus mengikis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

"Terutama sekali agar mereka dibekali dengan berbagai pemahaman mengenai teks-teks keagamaan agar tidak terjebak dalam tekstualitas semata. Para dai harus dibekali kemampuan memahami, agar bukan hanya karena mendengar satu atau dua hadits saja, lalu kemudian mengkafirkan sana-sini," tandas Khoirul Huda. (min)


courtessy : www.nu.or.id

Rabu, 15 Juli 2009

Kebijakan Larang Shalat Jumat di China Keliru

Sabtu, 11 Juli 2009 13:17
Jakarta, NU Online


Rais Syuriyah PBNU KH Ma`ruf Amin, menyatakan kebijakan pemerintah China yang melarang kegiatan sholat Jumat di masjid-masjid di Urumqi, provinsi Xinjiang, China, setelah terjadi bentrokan antara etnis di kawasan tersebut tidak tepat.

"Seharusnya kerusuhan antar etnis diselesaikan dengan jalan damai dan musyawarah antara pihak yang berbeda pendapat, bukannya melarang salah satu pihak menjalankan ibadahnya" ujarnya di Jakarta, Jumat (10/7).

Menurutnya, China seharusnya mencontoh Indonesia yang memiliki banyak suku dan agama namun bisa mengatasi perbedaan tersebut dengan jalan damai dan mengusahakan agar rakyatnya hidup berdampingan.

Dia menyayangkan sikap pemerintah China yang menggunakan alasan pelarangan sholat Jumat karena ingin menghindari bentrokan yang lebih luas lagi. Pemerintah China, katanya, harus menarik keputusan pelarangan tersebut karena telah melanggar Hak Asasi manusia (HAM) yang menjunjung tinggi kebebasan seseorang memeluk dan menjalankan ibadah menurut kepercayaan masing-masing.

"China yang merupakan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB telah melanggar HAM karena melarang orang lain menjalankan ajaran agamnya," kata Ma`ruf.

Seperti diberitakan, mesjid-mesjid di kota Urumqi, diperintahkan menutup pelaksanaan shalat Jumat hari ini. Sementara polisi dikerahkan untuk mencegah kemungkinan meletusnya aksi kerusuhan baru antaretnis yang mematikan.

Sebelumnya pada hari Ahad (5/7) terjadi bentrokan antara suku minoritas di Urumqi, Uighur, dan kelompok etnis Han yang lebih dominan. Pemerintah China mengatakan, 156 tewas dan lebih 1.000 orang lainnya cedera, pada saat kaum Uighur diserang etnis Han.

Aksi kerusuhan berlanjut awal pekan ini pada saat ribuan orang Han tumpah di jalan-jalan bersenjatakan pisau, galah, serta senjata buatan lainnya, dan berikrar untuk melakukan balasan terhadap suku Uighur.

Setelah bentrokan tersebut, sejumlah Muslim Uighur mengatakan, mereka diperintahkan untuk melaksanakan shalat di rumah, pada saat pasukan bersenjata dikerahkan ke jalan-jalan di ibukota wilayah barat laut Xinjiang hari ini.(ant/mad)



courtessy : www.nu.or.id

Muslim Tewas di Xinjiang Jadi 156 Orang

Beijing, NU Online


Jumlah kematian akibat kekerasan polisi dalam bentrok etnik di daerah Xinjiang, China baratlaut, naik menjadi 156, dan kerusuhan meluas ke kota Kashgar, di mana polisi membubarkan sekitar 200 orang yang berusaha berkumpul, kata media pemerintah, Selasa.

Pemrotes yang marah dari kaum minoritas muslim Uighur turun ke jalan-jalan di ibukota wilayah itu, Urumqi, Minggu. Mulanya demo berjalan damai sampai kemudian muncul ribuan polisi anti huruhara dan mulai terjadi kerusuhan. Massa akhirnya menghancurkan kendaraan serta pertokoan. Bentrok dengan polisi antihuru-hara pun tak terhindarkan.

Akibat bentrokan itu 156 orang muslim tewas. Lebih dari 700 orang ditangkap karena dituduh berperan dalam kekerasan itu, kata kantor berita resmi Xinhua, namun penduduk setempat mengatakan kepada Reuters bahwa polisi melakukan operasi membabi-buta di daerah-daerah Uighur.

Lebih dari 20.000 polisi khusus dan bersenjata, pasukan dan pemadam kebakaran dikerahkan dalam penumpasan kekerasan di Urumqi, namun meski pengamanan diperketat, kerusuhan tampaknya meluas di wilayah bergolak itu.

Sekitar 200 orang yang "berusaha berkumpul" di masjid Id Kah di pusat kota Silk Road Kashgar dibubarkan oleh polisi pada Senin petang, kata Xinhua.

Polisi juga memperoleh "petunjuk" mengenai upaya-upaya untuk mengatur lagi kerusuhan di kota Aksu dan prefektur Yili, sebuah daerah perbatasan yang dilanda kerusuhan etnik pada akhir 1990-an.

Bersama-sama Tibet, Xinjiang merupakan salah satu kawasan paling rawan politik dan di kedua wilayah itu, pemerintah China berusaha mengendalikan kehidupan beragama dan kebudayaan sambil menjanjikan petumbuhan ekonomi dan kemakmuran.

Namun, penduduk minoritas telah lama mengeluhkan bahwa orang China Han mengeruk sebagian besar keuntungan dari subsidi pemerintah, sambil membuat warga setempat merasa seperti orang luar di negeri mereka sendiri.

Beijing mengatakan bahwa kerusuhan itu, yang paling buruk di kawasan tersebut dalam beberapa tahun ini, merupakan pekerjaan dari kelompok-kelompok separatis di luar negeri, yang ingin menciptakan wilayah merdeka bagi minoritas muslim Uighur.

Kelompok-kelompok itu membantah mengatur kekerasan tersebut dan mengatakan, kerusuhan itu merupakan hasil dari amarah yang menumpuk terhadap kebijakan pemerintah dan dominasi ekonomi China Han. (ant/mad)


courtessy : www.nu.or.id

Sholat Ghaib, PMII Unira Kecam Pembantaian Umat Islam di China

Rabu, 15 Juli 2009 17:39
Pamekasan, NU Online

PMII Komisariat Unira beserta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unira (Universitas Madura) mengecam terjadinya pertikaian etnis di Urumqi China antara etnis Uighur (kaum minoritas muslim) dengan kelompok Han (non muslim) yang menyebabkan ratusan umat Islam meninggal.

Mahasiswa melakukan orasi di Monumen Arek Lancor dengan membawa sejumlah poster kecaman yang bertuliskan 'Tindak Tegas Pelaku Kekerasan', 'Bangsa Indonesia Mengecam Kelompok Han China', 'Han Tak Beradab' serta 'Pemerintah Indonesia Jangan Tinggal Diam'.

Korlap Aksi, Alan Kaisan mengatakan, tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah setempat terkait pertikaian dua etnis di China mengindikasikan bahwa negara atheis itu tidak menginginkan Agama Islam untuk berkembang.

"Negara tersebut tutup mulut, seakan tidak menghiraukan ratusan umat muslim di Umruqi di pukul dan ditendang. Yang lebih parah adalah aparat kepolisian yang justru sangat sadis membunuh dan menembaki saudara muslim," katanya kepada beritajatim.com, Rabu (15/7).

Hal itu, lanjut Alan, merupakan upaya diskriminasi terhadap umat muslim di negara China. "Kerusuhan yang terjadi tidak ubahnya genosida alias pembersihan etnis. Kita kan tahu, di sana (umruqi) minoritas penduduknya adalah umat muslim, sedangkan China menganut agama non islam. Ini harus cepat ditindak," tegasnya.

Untuk itu, sambung Alan, mahasiswa mengecam pembantaian umat islam di dunia termasuk di negara China. Pemerintah Indonesia, tambah Alan, harus bisa mengambil langkah diplomasi melalui PBB agar tragedi seperti di Umruqi tidak terjadi lagi.

"Jadi, bangsa kita jangan tinggal diam, buktikan bahwa umat Islam itu bersaudara. Kami juga menginginkan agar kadubes China untuk Indonesia bisa bertanggung jawab. Jika tidak, maka pemerintah Indonesia harus bisa memutus hubungan diplomatik dengan China karena sudah tidak mampu menjamin keamanan umat Islam," imbuhnya.

Setelah selesai membacakan tuntunan. Puluhan mahasiswa melaksanakan Sholat Ghaib sebagai bentuk dukungan, kepedulian serta doa untuk ratusan umat muslim yang telah gugur di China. (mad)

courtessy : www.nu.or.id

Kamis, 25 Juni 2009

Mengenal Perangkat-Perangkat NU

Perangkat NU terdiri dari 3 bagian yaitu :
1.Lembaga
2.Lajnah
3.Badan Otonom , penjabaran :

1.Lembaga

Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu. Lembaga ini meliputi:

1.


Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)

Program pokok:

* Pengembangan organisasi dan SDM di bidang dakwah Islamiyah.
* Pengembangan kerukunan antar umat beragama
* Penyebarluasan ajaran Islam yang selaras dengan semangat ahlussunah waljama'ah
* Penggalangan kegiatan social kemasyarakatan.

Jaringan Organisasi:

* 28 Wilayah
* 328 Cabang


2.

Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU)

Program Pokok:

* Pengkajian kependidikan
* Peningkatan kualitas tenaga pendidik
* Pengembangan pendidikan berbasis masyarakat
* Pengembangan kurikulum pendidikan yang dapat memadukan ketinggian ilmu pengetahuan dan keluhuran budi pekerti
* Pengembangan jaringan kerja yang terkait dengan dunia pendidikan

Jaringan Organisasi:

* 20 Wilayah
* 117 Cabang

Jaringan Usaha:

* 3.885 TK/TPQ
* 197 SD dan 3.861 MI
* 378 SLTP dan 733 MTs
* 211 SLTA dan 212 MA
* 44 Universitas dan 23 Akademi/Sekolah Tinggi


3.

Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama ( LPKNU )

Program Pokok:

* Pengkajian masalah kesehatan
* Pendidikan dan pembinaan pelayanan kesehatan
* Penggalangan dana bagi para korban bencana alam dan kesehatan
* Pengembangan lembaga penanggulangan krisis kesehatan.

Jaringan Organisasi:

* 27 Wilayah
* 100 lebih Cabang


4.

Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU)

Program pokok:

* Pengkajian ekonomi
* Pemetaan potensi ekonomi warga NU
* Pemberdayaan ekonomi masyarakat
* Pelatihan

Jaringan organisasi:

* 24 Wilayah
* 207 Cabang


5.

Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU)

Program pokok:

* Pengkajian masalah pertanian
* Pengembangan sumber daya hayati
* Pembinaan dan advokasi pertanian
* Pemberdayaan ekonomi petani

Jaringan organisasi:

* 19 Wilayah
* 140 Cabang


6.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI)

Program pokok:

* Pengkajian kepesantrenan
* Pengembangan kualitas pendidikan pesantren
* Pengembangan peran social pesantren
* Pemberdayaan ekonomi pesantren

Jaringan organisasi:

* 27 Wilayah
* 323 Cabang

Jaringan usaha:

* 6.830 Pesantren


7.

Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU)

Program pokok:

* Pengkajian sosial keagamaan
* Pengembangan wawasan keluarga sejahtera
* Pelayanan kesehatan masyarakat
* Advokasi kependudukan dan lingkungan hidup

Jaringan organisasi:

* 22 Wilayah
* 50 lebih Cabang


8.

Lembaga Takmir Masjid Indonesia ( LTMI )

Program pokok:

* Pengembangan kualitas manajemen rumah ibadah
* Pengembangan aktifitas keagamaan masjid
* Peningkatan fungsi social masjid

Jaringan organisasi:

* 16 Wilayah (tingkat propinsi)


9.

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM)

Program pokok:

* Pengkajian sosial, ekonomi, budaya, dan keagamaan
* Pengembangan kreatifitas dan produktifitas masyarakat
* Pendidikan dan pembinaan perencanaan strategis
* Pengembangan program pembangunan sektoral

Jaringan organisasi:

* 16 Wilayah
* 60 lebih Cabang

10.

Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI)

Program pokok:

Pengembangan keorganisasian
Pengkajian masalah perburuhan
Pendidikan perburuhan
Advokasi dan perlindungan buruh
Peningkatan kesejahteraan buruh dan keluarganya

Jaringan organisasi:

14 Wilayah
342 Cabang
135 Basis GBLP (Gerakan Buruh Lapangan Pekerjaan)

11.

Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH)

Program pokok:

* Pengkajian hukum dan perundang-undangan
* Pendidikan kepengacaraan
* Advokasi dan penyuluhan hukum
* Kampanye penegakan hukum dan HAM

Jaringan organisasi:

* 1 Wilayah
* 7 Cabang


2.Lajnah

Merupakan pelaksana program Nahdlatul Ulama (NU) yang memerlukan penanganan khusus. Lajnah ini meliputi:
1. Lajnah Falakiyah (LF-NU)

Program pokok:

* Kajian keagamaan yang menyangkut masalah falakiyah
* Pendidikan dan pelayanan informasi falakiyah
* Penerbitan almanak NU

Jaringan organisasi:

* 5 Wilayah


2. Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN-NU)

Program pokok:

* Pengkajian ke-NU-an dan kemasyarakatan
* Penulisan dan penerbitan buku-buku ke-NU-an
* Penerbitan media massa

Jaringan organisasi:

* 16 Wilayah


3. Lajnah Auqaf (LA-NU)

Program pokok:

* Pengkajian perwakafan
* Pengembangan kualitas pengelolaan harta wakaf warga NU

Jaringan organisasi:

* 27 Wilayah
* 100 lebih Cabang


4. Lajnah Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Lazis NU)

Program pokok:

* Pengkajian masalah zakat, infaq, dan shadaqah
* Pengembangan efektivitas pola pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah

Jaringan organisasi:

* 27 Wilayah
* 100 lebih Cabang


3.Badan Otonom

Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu. Badan Otonom ini meliputi:

1. Jam'iyyah Ahli Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah
Program pokok:

Pengkajian ketarekatan dan keagamaan
Pengembangan ajaran tarekat mu'tabarah di lingkungan NU
Pembinaan praktek tarekat bagi warga NU
Jaringan organisasi:

15 Wilayah
200 Cabang


2. Muslimat NU
Program pokok:

Pengkaderan dan pengembangan keorganisasian
Pengkajian keperempuanan dan kemasyarakatan
Pengembangan SDM kaum perempuan
Pengembangan pendidikan kejuruan
Pengembangan usaha social dan advokasi perempuan
Jaringan organisasi:

31 Wilayah
339 Cabang
2.650 Anak Cabang (setingkat MWC)
Jaringan usaha:

49 Rumah Sakit, Poliklinik dan Rumah Bersalin
8.522 TK dan TPQ
247 Koperasi (koperasi An Nisa)
Puluhan panti yatim piatu, panti balita, asrama putri, dan Balai Latihan Kerja yang tersebar di pelbagai daerah


3. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)
Program pokok:

Pengkaderan dan pengembangan keorganisasian
Pengembangan wawasan kebangsaan
Pengembangan SDM di bidang ekonomi, politik, IPTEK, social budaya, dan hukum
Pengembangan jaringan kerja nasional dan internasional
Jaringan organisasi:

30 Wilayah
337 Cabang
Jaringan usaha:

INKOWINA (Induk Koperasi Wira Usaha Nasional)


4. Fatayat NU
Program pokok:

Pengkaderan dan pengembangan keorganisasian
Kajian kepemudaan dan keperempuanan
Pendidikan dan penyuluhan kesehatan masyarakat
Penanggulangan krisis social, terutama menyangkut perbaikan kualitas generasi muda
Jaringan organisasi:

27 Wilayah
334 Cabang


5. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
Program pokok:

Pengkaderan dan pengembangan keorganisasian
Pengkajian social kemasyarakatan
Pengembangan kreatifitas pelajar
Penggalangan dana beasiswa bagi pelajar kurang mampu
Pendidikan dan pembinaan remaja penyandang masalah social
Jaringan organisasi:

27 Wilayah
265 Cabang
Jaringan Usaha:

KOPUTRA (Koperasi Putra Nusantara)


6. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
Program pokok:

Pengkaderan dan pengembangan keorganisasian
Pengkajian social keagamaan serta masalah remaja dan kepelajaran
Pendidikan dan pelayanan kesehatan remaja
Pengembangan pendidikan bagi pelajar putus sekolah
Jaringan organisasi:

26 Wilayah
316 Cabang


7. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)
Pemetaan dan pengembangan potensi kader terdidik NU
Optimalisasi peran dan mobilitas social warga NU
Pengkajian masalah-masalah keindonesiaan
Pengembangan jaringan kerja nasional dan internasional
Jaringan organisasi:

5 Wilayah
17 Cabang


8. Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa (IPS Pagar Nusa)
Program pokok:

Pendidikan bela diri pencak silat.
Pembinaan dan pengembangan tenaga keamanan di lingkungan NU.
Pengembangan kerja social kemanusiaan
Jaringan organisasi:

15 Wilayah
110 Cabang


9. Jami'iyyatul Qurro wal Huffadz (JQH)
Program pokok:

Pengkajian dan pengembangan seni baca Al-Qur'an.
Pendidikan dan pembinaan qira'atul Qur'an.
Pengembangan SDM di bidang tahfidzul Qur'an.
Penyelenggaraan MTQ.
Jaringan organisasi:

27 Wilayah
339 Cabang


*Selain 10 Badan Otonom, 5 Lajnah, dan 10 Lembaga, khusus di tingkat Pusat NU juga memiliki Centre for Strategic Policy Studies (CSPS) yang bertugas mengkaji masalah-masalah yang terkait dengan kebijakan strategis pemerintah.

Selasa, 23 Juni 2009

PBNU Minta IPNU & IPPNU Tak Tergoda Politik Praktis

BREBES - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU tak tergoda politik praktis. Kedua organisasi itu harus tetap dan terus berkonsentrasi melakukan pengkaderan NU di tingkat pelajar dan santri.

Hal tersebut dinyatakan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, dalam pidatonya pada pembukaan Kongres ke-15 IPNU dan Kongres ke-15 IPPNU di Pondok Pesantren Al Hikmah 2, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (20/6) siang kemarin.

Sebagai tumpuan masa depan NU, katanya, generasi muda hendaknya punya visi belajar dan kreativitas yang tinggi. “IPNU-IPPNU merupakan organisasi kader, jadi harus punya karakter jelas. “Jangan sampai IPNU dan IPPNU jadi organisasi massa,” ungkap Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam, Malang, Jatim, itu.

Karakter generasi muda NU, ungkapnya, akan terbangun dengan konsistensi untuk belajar dan membangun kepribadian. “Generasi nahdliyyin sebaiknya istikomah di ranah keilmuan, keagamaan, kepemimpinan dan kebangsaan,” pintanya.

Hasyim berharap agar pengurus IPNU dan IPPNU mampu meningkatkan kerja pengkaderan dan tidak tergoda pada urusan politik praktis. Karakter kuat akan terbangun kalau pelajar dan generasi muda NU konsisten dengan bidang garapan yang telah disekapati organisasi.

“Bidang keilmuan penting sebagai landasan pemikiran. Ranah keagamaan merupakan ruang perjuangan sebagai kader nahdliyyin. Dimensi kepemimpinan menjadi modal dasar untuk mengorganisasi dan memimpin negeri ini. Sedangkan bidang kebangsaan merupakan nilai final untuk mengaktualisai visi organisasi. Kalau hal ini dilakukan, kita akan mampu menjadi pemimpin bangsa,” tegas Hasyim.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Muhammad Nuh, yang memberi kuliah umum pada Kongres itu juga berharap generasi muda NU membekali diri dengan modal keilmuan yang kuat. “Sekarang, yang paling penting membekali diri dengan basis keilmuan. Nanti, kesempatan akan datang pada kader yang punya kreativitas dan kemampuan,” tegasnya.

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya juga menginginkan agar IPNU dan IPPNU mampu menjadi ruang pembelajaran serta mampu mencetak kader yang kompeten dan punya semangat belajar tinggi.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, Idy Muzayyad, menegaskan IPNU memang organisasi kader yang sepenuhnya dan tidak masuk dalam ruang politik praktis. “IPNU sebagai organasi netral, tidak ada keterkaitan politik. Namun, kalau kadernya, silakan belajar politik agar berpengalaman,” tegasnya. (ziz)



courtessy : www.ipnu.or.id